Minggu, 30 Desember 2012

KISAH BAMBANG SUMANTRI PART II





Dalam perjalanan Bambang Sumantri menuju negeri Maespati. tak ada yg melintas sedikitpun dalam pikirannya kecuali niat bulatnya yg akan menghadap Prabu Arjunawijaya. tidak pula ingat kepada adiknya, Bambang Sukasarana yg merasa kehilangan jejak kakandanya. di pertapaan Ardisekar terjadi peristiwa yg amat mengharukan. pada malam itu Bambang Sukasarana datang hendak melepaskan rindunya kepada kakandanya, yah, Bambang Sumantri. namun betapa kecewa hatinya, di Ardisekar ia tidak menjumpai kakandanya. ia bertanya tentang dimana keberadaan Bambang Sumantri kakak yg ia sayangi, diantara para murid pertapaan Ardisekar ia tidak menerima jawaban yg memuaskan. dari jejeran para murid dan sang bagawan, tidak pula ia memperoleh keterangan yg jelas tentang kabar kakandanya yg tercinta.

dalam puncak kemarahannya Sukrasara berseru !!! :

"hai..!!! semua...!! kenapa semua orang berkata tidak tahu ke mana kakang Sumantri pergi. semua berkata bohong.... sekiali lagu aku tanya kemana kakang Sumantri pergi...!!! atau pertapaan ini akan ku­hancurkan".

kalimat yg dilontarkan Sukasrana seakan diujung kesabarannya, dengan suara keras ia berteriak-teriak amarahnya yg meledak-ledak dengan wajah yg memerah melambangkan kemarahannya. di pertapaan tetap waspada seakan menimbulkan kekhawatiran atas kemurkaan Sukasarana. sesampai di depan ayahandanya dan ia tahu kesaktian Bambang Sukasarana yg mampu menghancurkan pertapaan dalam sekejap mata. maka sang ayah tergesah-gesah menghampiri puteranya yg sedang marah hingga matanya merah, bibirnya gemetaran, dan giginya meringis dengan taringnya yg runcing menjulang tampak menakutkan.
dengan dingin hati sang bagawan berkata :

"putraku Sukasarana tenang duduklah nak. jangan engkau melampiaskan ke­marahan akan menghancurkan pertapaan bukannya yg dimusnakah adalah tanah air engkau, Ardisekar adalah tanah kelahiranmu nak, bopo harap engkau bersabar meredfahkan amarahmu, mari duduk nak".

dengan mata yg menjeleng dengan gigi yg meringis Sukasarana berkata :
"apa perlunya duduk, kalau bopo tetap tidak mau mengatakan ke mana kakang Sumantri pergi. katakanlah sekarang kalau ayahanda tidak mau pertapaan Ardisekar akanku hancur luluhkan...!!!".

dengan lemah lembut sang bagawan memberi kete­rangan :

"sebenarnya kakang Sumantri baru saja pergi ke negeri Maespati, anakku, ia berpesan kepada ayahanda jangan sampai engkau mengerti hal itu, karena ia akan berusaha mengabdi kepada Prabu Arjunawijaya. kakangmu berkata sebelum ia diterima sebagai abdi ke kerajaan, ia tidak ingin diketahui oleh siapa pun, harap maklum nak bopo dengan terpaksa menyampaikan rahasia kakang Sumantri biar bagaimana pula nak engkau juga sama putra bopo".

mendengar keterangan ayahandanya, Bambang Sukasarana bergegas meninggalkan pertapaan tanpa pamit. ia terbang, diatas hutan belukar ia terbang menuju arah negeri Maespati. dari angkasa ia mengamati sepanjang jalan yg ia lalui, naik turun ia mengamati gerak-gerik di dalam hutan demi bertemu dengan kakandanya yg ia rindukan. dalam perjalanan maju terus pantang mundur melin­tasi hutan Sukasarana seakan tak menghentikan langkahnya demi kakak tercintanya.


to be continue....

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar